Adakah sahabat sejati itu??

Idealnya seorang sahabat adalah :
  1. Ada saat dibutuhkan
    Ketika kita sedang sedih, kehadiran sahabat ada di dekat kita sangat dibutuhkan. Meskipun sahabat kita bukan psikolog, namun kita merasa lega bila ada seseorang yang mau mendengarkan curahan hati kita.

  1. Memberi dukungan
    Ketika kita merasa kecewa, dukungan dari sahabatlah yang kita butuhkan untuk menenteramkan hati.

  1. Ulurkan Tangan
    Ketika kita sedang kesulitan, uluran tangan sahabat dapat membuat kita merasa masih ada orang yang memperhatikan.


Menurut
Jan Yager, Ph.D dalam bukunya yang berjudul When Frenship Hutrs mengatakan, bagi sebagian orang, “Sahabat seumur hidup” tampaknya telah menggantikan konsep pernikahan abadi. Persahabatan memang indah dan positif serta bermanfat bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya. Namun, disamping itu, ada juga persahabatan yang bersifat destruktif dan tidak sehat yang harus diakhiri.

Ada juga persahabatan yang semula kita pikir berjalan mulus, namun tiba-tiba sahabat mulai berhenti mengubungi kita ketika dia sedang dekat dengan orang lain, dia menghubungi kita jika
butuh bantuan kita saja. Perlu kita ketahui bahwa persahabatan yang sehat selalu bersifat dua arah, sedang persahabatan semu sifatnya satu arah. Ada dua jenis dasar persahabatan semu, yakni teman saat baik/suka dan teman saat duka/buruk.

Teman saat baik
adalah jenis persahabatan yang merusak dan berbahaya dan paling banyak ditemuan dalam lingkungan sehari-hari. Bahkan saya sendiri seringkali mengalami kejadian ini.Teman saat baik ini selalu ada untuk kita ketika kita sedang senang dan dalam keadaan baik-baik saja. Akan tetapi kemudian dia akan menghilang bak di telan badai tsunami kala kita berada dalam situasi memburuk. Bagaimana cara kita untuk mengenalinya? Kita dapat melihat apakah ada kalimat password yang dia gunakan saat kita minta bantuan seperti, ‘sorry say aku gak bisa ketempatmu, aku gak ada kendaraan’. Atau ‘aku mau nemeni kamu, tapi jemput aku ya.... kalo kamu gak bisa jemput gak pa pa kok, tapi aku gak bisa temeni kamu’. An masih banyak lagi segudang kalimat yang intinya sama. Cara lain untuk mengenalinya adalah, kita lihat cara dia merespon permintaaan kecil kita saat kita perlu bantuan. Apakah dia mendengarkan ketika kita berbicara? Atau apakah dia perduli dengan apa yang kita inginkan itu, apakah permintaan kita dikabulkan atau diabaikan?

Yang lebih berbahaya adalah
teman saat buruk. Jarang ditemukan tapi berbahaya. Teman macam ini menginginkan kita selalu memiliki masalah dan terlihat menyedihkan. Cara untuk mengenalinya adalah kita sendiri yang tahu, apakah dia lebih sering ada saat kita sedang buruk? Apakah kita dapat melihat sorot mata penuh kecemburuan saat kita mengabarkan hal yang baik padanya?

Saya pribadi hingga saat ini masih meragukan keberadaan seorang sahabat sejati. Karena banyak kisah-kisah nyata tindakan kriminal yang dilakukan oleh sahabatnya sendiri.
Banyak orang yang kariernya hancur karena kelakuan sahabatnnya sendiri. Saya tidak habis pikir, kok tega mereka melakukan seperti itu.

Kita tidak perlu jauh-jauh untuk mengambil contoh kisah persahab
atan yang menyakitkan dan mempunyai pontensi pengkhianatan. Dalam kehidupan sehari-haripun telah banyak contoh pola persahabatan yang istilah kerennya “PMP” (Pren Makan Pren). Banyak orang yang dikhianati oleh sahabatnya sendiri, sahabat yang telah dia percayai selingkuh dengan kekasihnya. Dari kejadian tersebut, apakah salah kalau saya mengatakan “Sahabat Adalah Musuh Yang Paling Berbahaya”. Mengapa ? Karena Sahabat adalah orang yang paling dekat dengan kita, dengannya kita terbiasa mencurahkan segala keluh kesah dan suka duka, sehingga dia tahu segala rahasia yang ada pada diri kita. Jadi bila dia ingin menghancurkan kita, dia dapat melakukannya dengan mudah.
enis persahabatan yang mempunyai potensi merusak ataupun menghancurkan kadang tidak mudah di kenali. Pengkhianatan dalam sebuah persahabatan dapat didefinisikan sebagai sebuah kejadian dimana seorang teman telah mengecewakan kita dan tidak pernah ada disamping kita ketika kita sedang membutuhkan.

Sebuah pertanyaan yang selalu berkecamuk dalam pikiran saya adalah
“Adakah seorang sahabat sejati di dunia ini? Sahabat dalam arti yang sebenarnya, sahabat yang ada disaat suka maupun duka?”

0 komentar:

Posting Komentar

advertise here
advertise here
advertise here
advertise here